We Listen, We Don't Judge: Edisi Tetangga
Sumber X: Cerita oleh @SeputarTetangga, tayang atas izin
Tren "we listen, we don't judge" sempat ramai di media sosial, dan admin Seputar Tetangga membawanya ke edisi tetangga. Tanpa penjelasan panjang, tweet ini langsung mengundang ratusan pengakuan dan ditonton hampir setengah juta kali.
Kenapa ramai? Karena setiap orang pasti punya kelakuan kecil sebagai tetangga yang nggak pernah diceritakan. Entah pernah numpang WiFi diam-diam, pura-pura nggak di rumah saat ada yang ketuk pintu, mengintip dari balik gorden, atau memetik mangga yang menjuntai ke halaman. Format ini bikin orang berani mengaku sambil tertawa.
Yang menarik, ketika semua orang mengaku, kita jadi sadar bahwa tetangga yang bikin kesal itu ternyata nggak jauh beda dengan kita sendiri. Kadang kita jadi korban, kadang kita juga pelaku kecil-kecilan. Mungkin itu cara terbaik untuk lebih memaklumi. Jadi, apa pengakuanmu sebagai tetangga? Tenang, di sini kita dengar, nggak menghakimi.
Setiap cerita tetangga selalu punya dua sisi, dan sering kali dua-duanya sama-sama punya alasan. Justru dari obrolan seperti ini kita bisa belajar jadi tetangga yang lebih peka dan lebih adil. Yuk, ramaikan kolom komentar! Kamu ada di pihak mana, dan pernah ngalamin yang mirip? Siapa tahu ceritamu bisa jadi solusi buat tetangga lain. Seputar Tetangga, Solving Problems Together.
+ Kirim cerita