Bayar Jasa Tetangga dengan Layak, Malah Dibilang Rusak Harga Pasar
Sumber X: Cerita oleh @SeputarTetangga, tayang atas izin
Ada yang membayar jasa orang dengan layak, eh malah dibilang merusak harga pasar. Admin pun berpesan: jangan mentang-mentang tetangga sendiri dan dia tidak mematok harga untuk tenaganya, lalu kalian jadi semena-mena.
Ramai karena banyak yang tahu praktik ini: minta tolong tetangga bersih-bersih, angkat barang, atau betulin genteng, lalu dibayar seadanya, "kan tetangga". Begitu ada yang membayar lebih pantas, yang lain merasa tersaingi karena tetangga itu jadi berharap upah yang sama.
Dari sisi yang protes, mungkin mereka khawatir standar upah naik dan mereka tidak sanggup membayar. Itu kekhawatiran yang nyata. Tapi dari sisi pekerja, tenaga dan waktunya punya nilai, terlepas dari dia tetangga atau bukan. Menghargai orang dengan bayaran layak justru menjaga hubungan baik. Menurutmu, berapa sih harga yang pantas untuk "jasa tetangga"?
Setiap cerita tetangga selalu punya dua sisi, dan sering kali dua-duanya sama-sama punya alasan. Justru dari obrolan seperti ini kita bisa belajar jadi tetangga yang lebih peka dan lebih adil. Yuk, ramaikan kolom komentar! Kamu ada di pihak mana, dan pernah ngalamin yang mirip? Siapa tahu ceritamu bisa jadi solusi buat tetangga lain. Seputar Tetangga, Solving Problems Together.
+ Kirim cerita