+ Kirim cerita
KEBISINGANLokasi tidak disebutkan·12 Oktober 2026

Bangunin Sahur Sekeras-kerasnya, Ditegur Malah Nyalain Petasan

Sumber X: Cerita oleh @SeputarTetangga, tayang atas izin

Ramadan, waktunya tradisi membangunkan sahur. Tapi ada anak-anak yang merasa paling keren karena memukul benda-benda sekeras-kerasnya. Sudah diajak bicara baik-baik, mereka malah makin rusuh dan menyalakan petasan di depan rumah orang.

Ramai karena tradisi bangunin sahur memang punya dua wajah. Bagi sebagian orang, itu nostalgia yang menghangatkan. Tapi bagi yang punya bayi, orang sakit, pekerja shift malam, atau yang tidak berpuasa, suara keras di jam dua pagi bisa jadi siksaan. Apalagi kalau ditambah petasan yang berbahaya.

Dari sisi anak-anak, mungkin mereka merasa sedang berbuat baik dan senang bisa keliling bareng teman. Dari sisi warga, niat baik tetap perlu cara yang baik. Mungkin peran orang tua dan pengurus lingkungan penting di sini, supaya tradisi tetap [disamarkan], bangunin sahurnya masih seheboh apa?

Setiap cerita tetangga selalu punya dua sisi, dan sering kali dua-duanya sama-sama punya alasan. Justru dari obrolan seperti ini kita bisa belajar jadi tetangga yang lebih peka dan lebih adil. Gimana menurut kamu? Tim kamu atau tim tetangga? Tulis pendapatmu di kolom komentar, cerita pengalamanmu juga boleh. Ingat, di sini kita ngobrol santai tanpa saling menghakimi. Seputar Tetangga: Solving Problems Together.

Bagikan cerita ini

Punya cerita serupa?

Bagikan dengan tetap menjaga privasi semua pihak.

Kirim cerita anonim ↗