Anak SMA Merokok di Kamar, Ditegur Halus Nggak Mempan
Sumber X: Cerita oleh @SeputarTetangga, tayang atas izin
Ceritanya datang dari netizen: di rumahnya ada "perokok baru", masih anak SMA. Nggak tanggung-tanggung, rokoknya dinyalakan di dalam rumah, bahkan di dalam kamar. Asapnya menyebar ke seluruh ruangan. Sudah ditegur pelan-pelan, halus, tapi nggak mempan juga. Admin cuma bisa nge-quote sambil bilang, kasih lihat ini, Kak.
Topik ini ramai karena banyak yang relate. Masalahnya bukan cuma soal kesehatan si anak, tapi juga anggota rumah lain yang ikut menghirup asapnya tanpa pernah memilih. Apalagi kalau di rumah ada balita, lansia, atau orang yang punya penyakit pernapasan. Rumah yang harusnya jadi tempat paling aman malah berasa smoking area.
Dari sisi orang tua atau kakak, wajar kalau gemas dan pengin langsung keras. Tapi dari sisi si anak, bisa jadi ini fase coba-coba, pengaruh teman, atau cara cari pengakuan. Dimarahi habis-habisan kadang malah bikin dia sembunyi-sembunyi. Jadi pertanyaannya: aturan tegas dulu, atau ngobrol dari hati ke hati dulu?
Setiap cerita tetangga selalu punya dua sisi, dan sering kali dua-duanya sama-sama punya alasan. Justru dari obrolan seperti ini kita bisa belajar jadi tetangga yang lebih peka dan lebih adil. Yuk, ramaikan kolom komentar! Kamu ada di pihak mana, dan pernah ngalamin yang mirip? Siapa tahu ceritamu bisa jadi solusi buat tetangga lain. Seputar Tetangga, Solving Problems Together.
+ Kirim cerita